Showing posts with label Teladan Rasul. Show all posts
Showing posts with label Teladan Rasul. Show all posts

Saturday, March 7, 2009

Nabi Muhammad Saw, Sang Teladan Umat

Bagi umat Islam, Nabi Muhammad Saw merupakan sosok yang ideal dan panutan.
Bersikap dan berperilaku seperti beliau menjadi cita-cita tertinggi setiap umat Muslim. Semua karena akhlak beliau yang mulia.
Suatu ketika, saat Nabi Muhammad Saw dan para sahabat berkumpul di masjid, datanglah seorang laki-laki dari pedesaan. Tiba-tiba ia berdiri dan kemudian buang air kecil di dalam masjid. Mengetahui perbuatan laki-laki itu, para sahabat berteriak, "Di sana, di sana! Jangan kencing di sini!" Tapi, Nabi justru melarang para sahabat berbuat kasar pada laki-laki itu. Beliau mengatakan, "Jangan kalian ganggu, ia sedang buang air kecil."

Setelah laki-laki itu usai membuang hajat, Nabi memanggilnya. Kemudian beliau berkata dengan santun, "Ketahuilah, masjid itu tidak patut untuk dipakai sebagai tempat kencing dan kotoran yang lain, karena masjid adalah tempat untuk mengingat Allah, tempat shalat, dan tempat membaca al-Qur’an."

Kepada para sahabatnya, beliau berkata, "Sesungguhnya kalian diutus untuk membawa kemudahan dan kalian tidak diutus untuk membawa kesulitan. Siram air kencing lelaki itu dengan seember air." Mengetahui sikap Nabi yang santun itu, laki-laki itu kemudian berdoa, "Ya Allah, rahmati aku dan rahmati pula Muhammad, dan jangan rahmati orang lain selain kami." Mendengarnya, Nabi mengatakan, "Kamu telah menyempitkan rahmat yang luas."

Begitulah kebesaran dan kelapangan hati beliau yang tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim. Beliau juga dikenal oleh para sahabat sebagai pribadi yang menyenangkan. Meski tegas dalam beberapa hal, beliau senang bercanda. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, suatu saat beliau pernah ditanya oleh seorang perempuan tua, "Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?" Beliau menjawab, "Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua."

Mendengar jawaban beliau, perempuan tadi langsung menangis tersedu. Namun kemudian Nabi menenangkannya dengan mengutip firman Allah swt dalam Surah al-Wâqi’ah ayat 35 sampai 37 bahwa di surga nanti, perempuan-perempuan dijadikan perawan dan sebaya umurnya.

Zahir Ibn Haram sahabat beliau dari suku Asyja’ pernah merasakan kedekatan yang sangat dengan Nabi. Suatu hari Zahir sedang berada di pasar. Tiba-tiba seseorang memeluknya dengan kuat dari belakang seraya berteriak, “Siapa yang mau membeli budak saya ini?” Mendengar teriakannya, Zahir langsung bisa menebak siapa orang itu. Ia berhenti memberontak, bahkan merapatkan punggungnya, kemudian mencium tangannya. Hatinya bergembira, lalu ia berkata, “Lihatlah, wahai Rasulullah, ternyata saya tidak laku dijual.” Nabi Muhammad Saw pun menyahut, “Tidak Zahir, di sisi Allah hargamu sangat tinggi.”

Sebagai seorang pemimpin, beliau bukanlah tipe pemimpin yang haus akan sanjungan dan pujian. Beliau justru melarang dan marah besar pada orang-orang yang menghormatinya secara berlebihan. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang suka agar orang-orang berdiri menyambutnya, maka bersiaplah dia untuk menempati tempatnya di neraka.” [HR at-Tirmidzi].

Beliau adalah tipe pemimpin yang sangat dekat dengan rakyatnya. Selalu memperhatikan keadaan dan kondisi umatnya. Ibnu Umar ra meriwayatkan: “Rasulullah Saw, sesudah shalat Subuh, beliau menghadapkan tubuhnya pada jamaah kemudian bertanya: ‘Adakah di antara sahabat yang sakit, sehingga saya akan menjenguknya?’ Jika para sahabat menjawab, ‘tidak ada’, Rasulullah Saw bertanya lagi, ‘Adakah di antara kalian yang meninggal sehingga saya akan mengantarnya?’ Jika mereka juga menjawab, ‘tidak ada’, Rasulullah Saw kembali bertanya, ‘Siapa di antara kalian yang memunyai keinginan, maka ceritakanlah kepadaku!’”

Dengan sifat-sifat yang seperti itu, Nabi Muhammad Saw sangat dikagumi. Bahkan di zaman sekarang ini, kekaguman itu tak memudar. Karen Armstrong, seorang penulis dan mantan biarawati Katholik Roma, menulis: “Kita tak pernah mendengar Yesus tertawa, namun sering kita baca tentang Muhammad tersenyum dan menggoda orang-orang yang dekat dengannya. Kita melihatnya bermain-main dengan anak-anak, menghadapi persoalan dengan istri-istrinya, menangis pilu ketika sahabatnya meninggal dunia, dan memamerkan bayi lelakinya seperti semua ayah yang bangga.” Jika kita dapat memandang Muhammad sebagaimana kita memandang tokoh sejarah penting lainnya, pasti kita dapat menganggapnya sebagai salah satu jenius yang dikenal di dunia. [Karen Armstrong, Muhammad Sang Nabi].

Bagaimana Meneladani Nabi Muhammad Saw?
Langkah pertama adalah dengan terlebih dahulu memantapkan hati kita untuk yakin bahwa Nabi Muhammad Saw adalah benar-benar utusan Allah swt. Beliaulah rahmat bagi seluruh alam semesta yang apabila kita mengikuti semua ajarannya, kita akan selamat di dunia maupun di akhirat nanti.

Janganlah kita menjadi seperti orang-orang kafir Quraisy yang buta hatinya, menolak Nabi Muhammad Saw sebagai utusan Allah swt, padahal bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad Saw tampak jelas di hadapannya.

Dalam buku Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Martin Lings mengisahkan, pada masa awal Nabi Muhammad Saw diutus, orang-orang Quraisy mengirim utusan ke Yatsrib untuk bertemu rabi Yahudi. Utusan tersebut diperintahkan untuk menanyakan tentang Muhammad. Kemudian rabi Yahudi memberikan tiga pertanyaan untuk diberikan kepada Nabi Muhammad Saw. Jika bisa menjelaskan tiga pertanyaan tersebut, maka Nabi Muhammad Saw benar-benar utusah Allah swt.

Mendapat tiga pertanyaan itu, Nabi Muhammad Saw mengatakan kepada para pemimpin Quraisy, “Esok akan kujelaskan kepada kalian.” Nabi lupa mengucap “insya Allah”.

Ketika keesokan harinya mereka datang kembali, Nabi Muhammad Saw tak bisa memberi jawaban karena beliau belum menerima wahyu untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Selama limabelas malam, tak satu pun wahyu turun. Nabi sangat sedih. Lalu Jibrîl membawakan sebuah wahyu yang mengingatkan Nabi yang sedih karena apa yang dikatakan kaumnya dan memberinya jawaban atas tiga pertanyaan tersebut.

Peristiwa itu memberi arti yang sangat besar bagi kaum Muslimin dan Quraisy yang berada dalam keraguan. Sekarang mereka menjadi yakin bahwa Nabi tidak ikut campur soal wahyu dan tak kuasa mengatur kapan turunnya wahyu itu. Pikir mereka, tak masuk akal bagi Nabi untuk menunda wahyu [jika benar beliau yang membuatnya], padahal banyak hal yang dipertaruhkannya. Namun demikian, bagi kaum kafir Quraisy yang bebal, tetap saja peristiwa tersebut tak mengubah pandangan mereka sedikit pun.

Setelah yakin akan kerasulan Nabi Muhammad Saw, kita juga harus yakin bahwa semua perilaku dan sikap Nabi Muhammad Saw tak mustahil kita teladani. Mengapa begitu? Ya, karena Nabi Muhammad Saw adalah manusia seperti kita juga. Dalam al-Qur’an, setidaknya ada dua ayat yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah seorang manusia.

Dalam surah Fushshilat, Allah swt berfirman yang artinya: “Katakanlah: Bahwasanya aku adalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka bersungguh-sungguhlah menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya dan kecelakaan yang besar bagi orang-orang yang mempersekutukan” [QS Fushshilat [41]: 6].

Sedangkan dalam QS al-Kahf Allah swt berfirman: “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka barang siapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan dalam beribadah kepada Tuhannya sesuatu pun’” [QS al-Kahf [18]: 110].

Kata basyar dalam kedua ayat di atas digunakan untuk menyebut manusia dengan sifat lahiriahnya. Dalam kedua ayat tersebut, Nabi Muhammad Saw diperintahkan untuk mengatakan bahwa beliau juga seorang manusia yang sama seperti manusia lain di seluruh dunia. « [imam]

Sumber: Alif Magazine

Sunday, March 1, 2009

KETELADANAN PRIBADI RASULULLAH (2)

KEDERMAWANNYA
Sifat pemurah dan kedermawanan beliau bagai angin berhembus. Beliau memberi kepada siapapun yang meminta. Ibnu Abbas berkata, "Nabi SAW adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau yang paling menonjol ialah pada bulan Ramadhan saat dihampiri Jibril. Jibril menghampiri beliau setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an padanya. Beliau benar-benar murah hati untuk hal-hal yang baik daripada angin berhembus." Jabir RA berkata, "Tidak pernah beliau dimintai sesuatu lalu menjawab, ‘Tidak’."
Memang, tidak akan pernah satu antara keimanan dengan kekikiran. Nah saudaraku, ketahuilah, tidak akan pernah berkurang harta yang dinafkahkan di jalan Allah dengan sedekah! Bagaimana mungkin berkurang, karena pada dasarnya harta kita merupakan milik Allah? Dia-pun berjanji akan melipatgandakan rezeki orang yang rajin menafkahkan hartanya di jalan-Nya. Sungguh, janji Allah itu tidak pernah meleset dan dipungkiri. Untuk itu, tekadkan dalam diri, "tiada hari tanpa sedekah".

SIFAT SIFAT LAINNYA
Beliau adalah orang yang paling aktif memenuhi janji. Paling dapat dipegang segala ucapannya. Penyambung tali silaturahmi. Paling penyayang dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain. Paling bagus pergaulannya.
Tidak pernah berbuat keju, juga tak pernah menganjurkan untuk berbuat keji. Beliau tersenyum bila ada sesuatu yang membuat para sahabatnya tersenyum. Beliau kagum bila sahabat-sahabatnya terkagum-kagum pada sesuatu. Sabar menghadapi kekerasan orang lain. Bijak dalam menanggapi kekasaran perkataan orang lain.
Beliau tak segan untuk meminta saran dan pendapat dari para sahabatnya sepanjang tak berkaitan dengan wahyu ilahi. Beliaupun tak sungkan untuk meminta maaf dan member kesempatan untuk membalas bagi siapa yang merasa diperlakukan tidak adil oleh beliau.
Kesemua keutamaan Rasul yang diceritakan di atas hanya sepercik keutamaan dan keagungan beliau. Sifat-sifat sempurna tersebut terlahir dari kedalaman hati yang bening-ikhlas, dan penuh kasih sayang pada hamba-hamba Allah. Inilah yang menyebabkan jiwa manusia merasa dekat padanya, membuat hati mencintai beliau dan selalu dirindu. Sampai-sampai orang yang mempunyai sikap keras dan memusuhi lalu menjadi luluh merasakan keindahan pribadinya. Akhirnya dapat kita saksikan kini, banyak orang yang berbondong-bondong masuk Islam, agama yang diridhai oleh Allah SWT.
Sumber: Gymnastiar, Abdullah. Indahnya Hidup Bersama Rasulullah. Bandung: 2002. MQS Pustaka Grafika.

PRIBADI RASULULLAH YANG MULIA

Oleh: Abdullah Gymanstiar

Berikut ini adalah paparan yang disarikan dari berbagai tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta dikemas secara sederhana agar kita mudah mengamalkannya.

Ummu Ma’bah al-Khuza’iyah pernah berkata mengenai diri Rasulullah SAW. Dia menggambarkan beberapa sifat beliau di hadapan suaminya saat hijrah ke Madinah. Al-Khuza’iyah mengatakan:
"Dia sangat bersih. Wajahnya berseri-seri, bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk, tidak bisa dicela karena kecil. Sangat elok dan tampan. Di matanya ada warna hitam. Bulu matanya panjang. Tidak mengobral bicara. Lehernya jenjang. Matanya jelita, memakai celak mata. Alisnya tipis memanjang dan bersambung. Rambutnya hitam. Jika diam nampak sangat berwibawa. Jika berbicara tampak sangat menarik. Dia adalah orang yang paling elok dan menawan dilihat dari kejauhan, bagus lagi manis setelah mendekat. Bicaranya manis, rinci, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Bicaranya seakan merjan yang tertata rapid an landai. Perawakannya sedang. Mata yang memandangnya tak lolos karena perawakannya yang pendek dan tidak sebal karena perawakannya yang tinggi, seakan satu dahan di antara dua. Dia adalah salah seorang dari tiga yang paling menarik perhatian. Paling bagus penampilannya. Mempunyai rekan-rekan yang sangat menghormatinya. Jika dia berbicara mereka menyimak perkataannya. Jika memberikan perintah mereka bersegera melaksanakan perintahnya. Dia orang yang sangat disegani, ditaati, dikerumuni orang-orang. Wajahnya tidak memberengut dan tidak ada orang yang diremehkan."

Ali Bin Abi Thalib juga berkata mengenai sifat pribadi Rasulullah SAW. Ia mengatakan, "Beliau bukan orang yang terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, orang yang perawakannya sedang-sedang. Rambutnya tidak kaku dan tidak pula keriting. Rambutnya lebat tidak gemuk dan tidak kurus. Wajahnya sedikit bulat, kedua matanya sangat hitam. Bulu matanya panjang. Persendiannya pokok besar. Bahunya bidang. Bulu dadanya lembut, tidak ada bulu-bulu di badan. Telapak tangan dan kakinya tebal. Jika berjalan seakan berjalan di jalanan menurun. Jika menoleh seluruh badannya ikut menoleh. Di antara kedua bahunya ada tanda kenabian yang khusus bagi para Nabi. Telapak tangannya yang terbagus, dadanya yang paling bidang, yang paling jujur bicaranya, yang paling memenuhi perlindungan, yang paling lembut perangainya, yang paling mulia pergaulannya. Siapapun yang memandangnya tentu segan kepadanya. Siapapun yang bergaul dengannya tentu akan mencintainya."
Kemudian Ali karramallahu wajhah menegaskan, "Aku tidak pernah melihat orang seperti beliau sebelum maupun sesudahnya."

KETELADANAN PRIBADI RASULULLAH (1)

Oleh: Abdullah Gymanstiar

Mari kita simak lebih detail ketauladanan Rasulullah SAW untuk kita tekadkan menjadi bagian dari pribadi kita.

WAJAH
Ternyata, kekhasan beliau yang dapat kita tiru ialah wajahnya yang selalu cerah-ceria, jernih, lagi menyenangkan untuk dilihat siapapun.
Pandangannya yang terpelihara dari hal yang maksiat, dari yang bukan muhrimnya. Senyum yang tulus yang selalu terpancar di wajahnya bisa membuat siapapun merasa tenteram serta menularkan sebuah semangat hidup.
Ucapan salam serta tegur sapanya selalu mendahului orang lain yang akan menyalaminya. Beliau memang berusaha menjadi orang yang paling awal berbuat kebaikan.
Dalam hal ini beliau bersabda, "Jangan sekali-kali kamu remehkan kebaikan mesti berupa keceriaan wajah ketika bertemu dengan saudaramu." (HR. Muslim)
Untuk itu mari kita bertekad menjadi orang yang senantiasa berwajah ceria-ceria guna membahagiakan siapapun yang ada di sekitar kita. Jauhilah wajah bermuram durja, ketus, bengis, juga sombong, karena itu semua sama sekali tidak dicontohkan oleh wajah mulia Rasulullah SAW.

BERBICARA
Dalam berbicara, beliau sangat fasih, jelas, tidak bertele-tele. Beliau selalu memelihara diri dari perkataan sia-sia. Pembicaraannya selalu tepat situasi dan kondisi, sarat dengan makna dan hikmah, begitu teruntai dengan indah dan mengesankan. Setiap orang yang mendengarkan meraksakan kandungan manfaat yang mendalam dari setiap ucapannya karena setiap yang ia ucapkan selalu bersesuaian dengan tindakannya.
Beliau jarang menyuruh kecuali telah melakukannya, dan melarang apa-apa yang beliau jauhi. Untuk itu beliau bersabda, "Berkatalah benar atau diam" (HR. Muslim).
Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku, marilah kita berjuang untuk sekuat tenaga menjaga lisan kita dari apapun yang tidak disukai Allah SWT serta berusaha untuk menghindarkannya dari perkataan yang sia-sia. Mari kita perbanyak bicara disertai dengan amal nyata daripada hanya omong belaka.

KETAWADU’ANNYA
Di dalam diri beliau tidak ada sedikitpun kesombongan. Bahkan pesona ketawadu’annya semakin mengokohkan kemuliaannya. Beliau sama sekali tidak menginginkan orang berdiri untuk menyambut kedatangannya sebagaimana yang dilakukan para pejabat atau raja-raja pada masanya.
Di masjid, beliau duduk di mana saja, tidak menginginkan tempat yang diistimewakan. Beliau membawa sendiri barang belanjaannya di pasar tanpa merasa sungkan atau malu. Beliau biasa menjenguk orang sakit dan duduk bersama orang miskin. Selalu memenuhi undangan meski seorang hamba sahaya yang mengundangnya, dan tidak suka membedakan diri dari para sahabatnya.
Siti ‘Aisyah, istri beliau, pernah berkata, "Rasulullah biasa menambal terompahnya, menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri. Beliau sama dengan yang lain, mencuci pakaiannya sendiri, memereah air susu dombanya dan membereskan urusannya sendiri."
Kita sepakat bahwa sombong merupakan sifat dan perilaku yang hina dan kita harus lepas dari itu semua sekecil apapun. Oleh karena itu, mari berusaha sekuat tenaga untuk tidak meremehkan orang lain. Lakukan apa yang dianggap rendah oleh orang yang sombong, walaupun sebenarnya tidak remeh, bahkan sebaliknya, mungkin sarat dengan kebaikan dalam pandangan Allah SWT.

KEBERANIANNYA
Beliau adalah manusia yang sangat pemberani dan memiliki sikap patriot yang luar biasa plus kekuatan fisik yang dahsyat. Tak sulit untuk mengetahui keberadaannya di medan pertempuran. Beliau tak kenal takut menghadapi situasi sulit dan tak pernah gentar berhadapan dengan musuh-musuhnya.
Beliau merupakan sosok yang paling tegar, pantang mundur, dan tidak bergeming tatkala situasi sengit mengancam. Ali bin Abi Thalib sampai berkata, "Jika kami dikepung ketakutan dan bahaya, maka kami berlindung kepada Rasulullah SAW. Tak seorangpun yang lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau."
Oleh karena itu, mari kita tempa diri kita dengan aneka latihan yang dapat meningkatkan keterampilan dan kekuatan kita. Juga tak lupa kita kuatkan ilmu dan ibadah sehingga terbebas dari sifat pengecut yang hina dan nista. Jadilah pemberani untuk tampil menjadi pejuang kebenaran di garis paling depan.
(Bersambung)

Thursday, February 26, 2009

Keuntungan Mengamalkan Akhlak Rasul (2)

Oleh: Abdullah Gymnastiar

HIDUP AKAN LEBIH BERPRESTASI

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa Rasulullah sangat menjaga mutu dari setiap yang beliau lakukan. Beliau selalu berusaha melakukan yang terbaik, dengan konsep yang jelas, perencanaan yang matang, sikap yang profesional, dan dengan etos kerja yang prima. Hasilnya pun terbukti dan teruji kekokohannya hingga saat ini.
Bisa dibayangkan sendiri andai kata kita hidup dengan cara hidup beliau. Insya Allah kemampuan berkarya dan berprestasi kita akan melejit, potensi akan berkembang maksimal, aneka masalah akan terkemas menjadi sesuatu yang bernilai tambah bagi kemajuan.
Disadari atau tidak, kita pun akan terkejut sendiri melihat kemampuan yang berlipat ganda dari upaya mempersembahkan yang terbaik dari kehidupan ini.

AKAN DICINTAI ALLAH DAN RASUL

Adalah termasuk janji Allah Yang Maha Agung untuk mencintai siapapun yang mencintai kekasih-Nya. Sebagaimana kita maklumi, orang yang paling beruntung adalah orang yang dicintai oleh Allah penguasa alam semesta ini.
Allah SWT Maha Tahu keadaan kita yang sebenarnya, baik itu harapan, kebutuhan yang terpikirkan maupun yang belum terlintas sekalipun. Maka, tiada kesempurnaan nikmat dalam hidup selain menjadi makhluk yang dicintai dan disayangi oleh Allah SWT. Allahu Akbar...

INSYA ALLAH AKAN MASUK SURGA

Ingatlah bahwa seseorang akan mengikuti siapa yang dicintainya. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW ketika seseorang mengatakan kepada beliau, "Seseorang mencintai kaumnya. Apakah kelak ia akan bersama-sama mereka?" Rasul menjawab, "Seseorang akan bersama orang yang dicintainya."
Dalam hadits lain yang berasal dari Anas RA (Muttafaq 'alayh) dikatakan bahwa seseorang bertanya keapda Rasulullah SAW, "Kapan tibanya hari kiamat wahai Rasul?" Rasul pun menjawab, "Apakah yang telah kamu persiapkan untuknya?" Orang itu balas menjawab, "Aku tidak banyak mempersiapkan shalat, zakat, puasa dan sedekah untuk itu. Tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Rasulullah kemudian menjawab, "Kamu bersama siapa yang kamu cintai."
Ini berarti dengan mengenal serta mengamalkan dengan sungguh-sungguh apa yang dicontohkan oleh Rasul, maka akan timbul perasaan cinta dan rindu ingin berjumpa dengannya. Insya Allah semua ini merupakan tanda cinta kepada Rasul yang bakal menghantarkan kita menjadi ahli surga.
Rasulullah Muhammad SAW itu bagai permata kemilau yang teramat indah. Ia akan selalu mempesona siapa saja yang melihatnya. Rasul bagaikan samudera ilmu yang tiada bertepi yang akan memuaskan siapapun yang menyelaminya. Ia bagai mata air yang bening dan sejuk yang akan memuaskan dahaga lahir batin siapapun yang merindukan kebaikan dan kemuliaan.
Dia bagaikan cahaya yang terang benderang menyisir kegelapan, memperjelas setiap langkah menuju keselamatan. Ia juga memperjelas mana jurang yang membinasakan, agar kita bisa menghindar dari kejatuhan. Dialah pemilik pribadi agung yang keutamaan dan kemuliaannya tidak pernah lekang ditelan zaman dan takkan aus dimakan waktu. [end]

Keuntungan Mengamalkan Akhlak Rasul (1)

Oleh: Abdullah Gymnastiar

HIDUP MENJADI LEBIH MUDAH DAN INDAH

Meniru akan jauh lebih mudah daripada mengarang atau menciptakan sendiri. Meniru kebaikan bukanlah hal yang tercela. Bahkan meniru sikap Rasul merupakan ibadah dan berpahala
Tentu saja ini akan membuat hidup kita jauh lebih mudah dan indah karena segalanya ada contohnya dan jelas suri tauladannya. Bagai seorang yang berjalan di hutan belantara yang rumit dan berbahaya, namun bila ada penunjuk jalan yang sangat mahir dan menguasai medan tentu saja perjalanan akan jauh lebih mudah dan menyenangkan.Jauh lebih aman karena bisa menghindar dari bahaya. Lebih bisa menikmati perjalanan dengan aneka mata air dan pemandangan-pemandangan indah di hutan. Semuanya lebih mudah didapat dengan panduan sang penunjuk jalan dan jelas kita akan sampai ke tujuan dengan tepat.
Kurang lebih demikianlah keadaan orang yang terus menerus mensuritauladani sikab Nabi Muhammad SAW. Ia akan bisa menikmati aneka episode hidup ini betapapun harus mengarungi belantara kehidupan yang berat dan rumit.

HIDUP MENJADI LEBIH MULIA DAN TERHORMAT

Karena standar perilaku Nabi Muhammad SAW begitu tinggi dan mulia, secara tidak langsung baik sadar ataupun tidak, jelas ini semua akan mengangkat martabat dan kehormatan serta kemuliaan siapapun yang menirunya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Quran Surat Al-Qalam ayat 4 yang artinya, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."
Dengan demikian, orang akan merasakan dampak dari kesabaran, kerendahan-hatian, kedermawanan, dan kemuliaan akhlak kita. Dan kita melakukan semua itu bukan untuk dipuji orang lain melainkan memang perilaku tersebut harus kita lakukan sebagai ibadah, sehingga kemuliaan yang ada benar-benar murni tanpa rekayasa dan tamak terhadap pujian serta penghargaan makhluk. Semua itu hanya akan kita dapatkan dengan menauladani Rasulullah SAW.

HIDUP LEBIH DISUKAI DAN DISAYANGI ORANG LAIN

Pribadi Rasul yang patut kita tiru adalah pribadi yang sangat menyenangkan dan penuh manfaat bagi orang banyak, sehingga secara tidak langsung pribadi kita pun akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat. Tentu saja hal ini akan menimbulkan simpati, hormat dan kasih sayang dari orang lain.
Sungguh nikmat hidup dengan hati yang damai, tenteram, betapapun berada dalam kancah kehidupan yang hiruk pikuk penuh masalah. Kasih sayang dan perhatian yang tulus dari orang lain, buah dari pribadi kita yang baik akan turut membuat hidup ini lebih indah--bakal terasa sangat mengesankan.
Walaupun demikian, akan ada saja orang yang tidak menyukai kebaikan kita. Namun bila disikapi dengan akhlak yang penuh kemuliaan niscaya tidak akan mengurangi kebahagiaan yang bakal kita rasakan..
(Bersambung...)

Indahnya Hidup Bersama Rasulullah SAW

Tulisan tentang Indahnya Hidup Bersama Rasulullah SAW ini diambil dari buku Seri Indahnya Hidup karya Abdullah Gymnastiar yang diterbitkan oleh MQS Pustaka Grafika. (Maaf ya, nyontek..)
Dalam tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Keuntungan Mengamalkan Akhlak Rasul
2. Keteladanan Pribadi Rasul

Namun, saya sarankan agar Anda memiliki buku saku tersebut dengan tebal 40 halaman.